Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,338 • USD → IDR Beli: 13,352
  • EUR → IDR Jual: 14,126 • EUR → IDR Beli: 14,145
  • HKD → IDR Jual: 1,718 • HKD → IDR Beli: 1,720
  • JPY → IDR Jual: 117 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 07-03-2017

BI Kembali Ajukan Usul untuk Redenominasi Rupiah

Home / Ekonomi / BI Kembali Ajukan Usul untuk Redenominasi Rupiah
BI Kembali Ajukan Usul untuk Redenominasi Rupiah ILUSTRASI. (Foto: Istimewa)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo meminta dukungan pemerintah untuk mengajukan usul untuk meredenominasi Rupiah ke DPR.

"Kami sekarang akan menindaklanjuti untuk bertemu dengan Presiden, Menkumham, dan Menteri Keuangan, untuk mengupayakan agar pemerintah setuju mengajukan RUU ini ke DPR," kata Agus di Jakarta, Selasa (7/18) dilansir Antara.

Agus berharap Rancangan Undang-Undang Redenominasi Rupiah masuk kembali dalam usulan perubahan dalam Program Legislasi Nasional Prioritas 2017 di DPR.

Menurut Agus, upaya ini sebenarnya adalah hasil kesepakatan Kelompok Diskusi Terbatas dengan Komisi XI DPR pada Senin malam kemarin. Salah satu kesimpulannya adalah anggota dewan sepakat untuk membahas lagi kebijakan redenominasi Rupiah pada tahun ini.

Sekadar informasi wacana untuk meredenominasi Rupiah sebenarnya sudah digaungkan cukup lama oleh BI namun belum mendapat respon dari pemerintah dan DPR.

Pada akhir 2016 lalu, menurut Agus, BI sebenarnya sudah meminta lagi ke pemerintah untuk mendukung RUU ini masuk dan dibahas dalam Prolegnas 2017.

Namun, saat itu, RUU terkait Redenominasi Rupiah atau yang bernama RUU Perubahan Harga Rupiah gagal masuk Prolegnas 2017 karena beberapa hal.

Agus berharap pembahasan RUU Redenominasi ini bisa masuk dalam usulan perubahan Prolegnas pada semester II 2017. Sebab, tambah Agus, pada kelompok diskusi terbatas tersebut, anggota dewan memberikan respon positif untuk dimulainya pembahsan redenominasi.

Disamping itu, kondisi ekonomi domestik dinilai cukup terjaga jika kebijakan redenominasi digulirkan. Indikatornya, salah satunya, ditandai dengan inflasi hingga Juni 2017 yang masih cukup terjaga di 4,37 persen (yoy).

Selain itu indikator lainnya, lanjut Agus, seperti pertumbuhan ekonomi yang sebesar 5,01 persen (yoy) pada triwulan I 2017 dan stabilitas kurs rupiah, yang menurut Agus mendukung momentum dimulainya pembahasan RUU Redenominasi.

"DPR kelihatannya sudah mendukung bahwa ini adalah prioritas yang dibutuhkan indonesia," katanya. (*)

Berita Terkait

Komentar

301 Moved Permanently

Moved Permanently

The document has moved here.

Terpopuler

Top
Wawanita.com satriamedia.com