Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,338 • USD → IDR Beli: 13,352
  • EUR → IDR Jual: 14,126 • EUR → IDR Beli: 14,145
  • HKD → IDR Jual: 1,718 • HKD → IDR Beli: 1,720
  • JPY → IDR Jual: 117 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 07-03-2017

Harga Kedelai Naik, Pengusaha Tahu Tempe di Banyuwangi Resah

Home / Ekonomi / Harga Kedelai Naik, Pengusaha Tahu Tempe di Banyuwangi Resah
Harga Kedelai Naik, Pengusaha Tahu Tempe di Banyuwangi Resah Tontowi saat memberi ragi kedelai untuk dibuat tempe. (Foto: Erwin/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Harga bahan baku utama tahu dan tempe di Kecamatan Genteng, Banyuwangi, Jawa Timur mengalami kenaikan dalam seminggu terakhir.

Harga kedelai yang biasa dipakai para pengusaha tahu dan tempe awalnya Rp 6.600 per kilogram sekarang menjadi Rp 7.100 per kilogram.

Kenaikkan harga selama satu pekan ini, membuat pengusaha tahu dan tempe di Kecamatan Genteng merasa was was. Para pengusaha memilih untuk mengecilkan produk olahan mereka dari pada menaikan harga jual dipasaran.

"Kalau menaikan harga terlalu beresiko, nanti pelanggan malah kabur, jadi kita siasati ukurannya agak dibuat tipis sedikit," kata Tontowi (38),  pengusaha tempe asal Dusun Resomulyo, Desa Genteng Wetan, Genteng, Sabtu (15/7/2017).

Tontowi mengatakan, kendati kenaikannya hanya Rp 500 per kilogram, tetapi sangat berpengaruh bagi dirinya dan pengusaha tempe lainya.

"Kita masak kapasitasnya banyak, jadi tinggal ngalikan aja," ungkapnya.

Senada dengan Tontowi, Iwan Setiawan (30) pengusaha tahu asal Desa/Kecamatan Gambiran mengaku resah dengan kenaikan harga kedelai tersebut.

"Kalau tempe mungkin bisa disiasati kalau tahu sulit, jadi kami hanya bisa pasrah menyikapi hal ini," ungkapnya. 

Mereka berharap pemerintah terkait bisa mengambil tindakan supaya harga kedelai tidak terus naik, supaya pengusaha kecil seperti mereka ini tetep jalan terus.

Dikonfirmasi terpisah pedagang Kedelai yang berada di Dusun Resomulyo, Desa Genteng Wetan, Masruri mengatakan, faktor yang mempengaruhi kenaikan harga kedelai itu adalah karena telatnya pasokan dari Surabaya.

"Kalau informasi yang saya dapat, ekspedisi yang mengirim kedelai dari luar negeri kadang datangnya telat, sehingga barang menjadi langka, dan hal tersebutlah yang mengakibatkan harga kedelai naik," ungkapnya. (*)

Berita Terkait

Komentar

301 Moved Permanently

Moved Permanently

The document has moved here.

Terpopuler

Top
Wawanita.com satriamedia.com